New Videos from Youtube

AKREDITASI PUSKESMAS KEC. NISAM

Tim Akreditasi Puskesmas Kecamatan Nisam dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan penilaian terhadap Puskesmas Kecamatan Nisam dengan melakukan Rapat Lintas Sektor di Ruang Puskesmas Kecamatan Nisam pada Hari Jum'at 27 Juli 2018.

Hadir dalam acara tersebut Tim Akreditasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Kab. Aceh Utara, Bapak Camat Nisam, Kapolsek Nisam, Koramil Nisam, KUA Nisam, TKSK Nisam, Geuchik, Tokoh Masyarakat dan Kader Posyandu.

PEMDA ACEH UTARA SOSIALISASI PEMANFAATAN SUMBER PANGAN ALTERNATIF


Lhoksukon - Selasa 31 Oktober 2017, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Sosialisasi Pemanfaatan Sumber Pangan Alternatif. 
Kegiatan ini hasil Kerjasama Dinas Pangan Aceh dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Di Aula Distanpan Aceh Utara, yang diikuti oleh Dinas Lingkup Pertanian, Perhotelan, SMK dan Pelaku usaha Pangan Lokal. 



ACEH MALAKA || GEUCHIK DALAM KECAMATAN SAWANG SEPAKAT

Sawang (08/05/2017) - Panitia Pemekaran DOB Kabupaten Aceh Malaka bersama Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM) menggelar pertemuan silaturrahmi serta sosialisasi dan koordinasi persiapan Daerah Pemekaran Aceh Malaka dengan seluruh panitia pemekaran tingkat kecamatan dan seluruh geuchik gampong di Balai Desa Kantor Camat Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, 8/5/2017. 

Kegiatan itu di fasilitasi langsung Camat Kecamatan Sawang Drs. Sufyan,MM dan dihadiri seluruh panitia pemekaran Aceh Malaka tingkat kecamatan dan juga seluruh Geuchik di 39 desa.

Drs Sufyan, MM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan pertemuan itu sebagai bentuk evaluasi dan konsolidasi tim pemekaran untuk memperjelaskan kembali posisi Panitia pemekaran baik Panitia Pemekaran inti, panitia kecamatan, GP-PAM, IMAM, IS-PAM dan AP-PAM sebagai pendukung percepatan proses Pemekaran. selain itu, Camat juga menggagas lahirnya Assosiasi Geuchik Aceh Malaka (AGAM).

Berdasarkan kesepakatan Asosiasi Geuchik Kecamatan Sawang dalam 39 gampong serta panitia kecamatan yang ada, siap memberikan kontribusi untuk membantu pembentukan DOB di Aceh Utara (Aceh Malaka).

Sementara itu, Panitia Pemekaran Aceh Malaka Prof. Drs. H. A. Hadi Arifin, M. Si melalui Ketua GP-PAM Muslim ST juga menjelaskan terobosan utama Panitia Pemekaran dan GP-PAM ke tingkat Kabupaten dan Provinsi berdasarkan persyaratan Pemekaran sudah mencapai 85 persen, bahkan pada 2018 nanti kesempatan Pemekaran Kabupaten sebanyak 240 Daerah Otonomi Baru.

"Untuk mengejar peluang ini, Panitia Pemekaran mengambil jalan pintas menuju Jakarta untuk bertemu Kemendagri dan DPR-RI sebagai lobi Politik" ungkap Muslim Syamsyuddin,ST dihadapan forum.

Muslem menambahkan, dari hasil pertemuan yang telah di tempuh ketingkat pusat, Lembaga Kementerian RI, DPR RI dan DPD RI bahkan hingga ke tingkat Pemerintah RI sangat mendukung jika pemekaran Kabupaten dilakukan berdasarkan syarat-sayarat sesuai dengan Undang-undang.

"Mereka memberi limit kepada panitia pemekaran untuk melakulakan persiapan administrasi yang belum selesai selambat lambatnya hingga Bulan Mei 2017, jelasnya.

Sesuai hasil kesepakatan dan penyampaiaan dihadapan forum Asosiasi Geuchik di Kecamatan Sawang, panitia terus berupaya berbagai cara mempersiapkan berkas kelengkapan adm sesuai permintaan Kementerian.

ACEH MALAKA || SERAH BERKAS KE MENDAGRI DAN DPR RI

JAKARTA - Panitia pemekaran Kabupaten Aceh Utara wilayah barat (Aceh Malaka) bersama pemuda dari Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM) menyerahkan berkas pemekaran ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPR RI di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Juru Bicara GP-PAM, Tajuddin, S.Sos dalam siaran pers, Jumat (28/4/2017) menyebutkan, kedatangan panitia dan pemuda tersebut dalam rangka penyerahan berkas administrasi. Berkas itu berupa buku kajian akademik pemekaran dan berkas dukungan masyarakat dari 122 desa dalam enam kecamatan yang telah ditandatangani.

Dalam kesempatan itu, Muslim, ST salah satu anggota panitia pemekaran menyerahkan berkas administrasi pemekaran Aceh Malaka ke Kamendagri dan diterima oleh Budi Raden selaku Kepala Seksi II A, Subdit Penataan Daerah Wilayah II, Dirjen Otda pada Kamis kemarin.

Di sana kata Muslim, panitia juga didampingi putra asal Aceh Utara, Iskandar Ishaq (Tim Nawacita Presiden Joko Widodo), Radesna M. AR (Penasihat Nawacita), dan Drh Nuraini Maida (Anggota Komisi VI, DPR Aceh), serta sejumlah tokoh Aceh lain di Jakarta. Turut hadir Ketua Panitia Pemekaran, Prof Drs A Hadi Arifin, Msi.

“Secara pribadi, saya selaku putra daerah sangat mendukung pemekaran Aceh Malaka dari Aceh Utara, bahkan siap memfasilitasi tim pemekaran sampai pada tahap terakhir. Aceh Utara begitu luas dan banyak penduduk sudah saatnya mekar kembali,” ungkap Iskandar Ishaq usai pertemuan di Kantor Nawacita kemarin.

Sementara Ketua Tim Pembina Nawacita Jokowi, FX Sunarto juga menyambut baik kedatangan Panitia Pemekaran ini. “Siap mengawal proses percepatan pemekaran dan siap memfasilitasi apabila terkendala dalam tahapan proses DOB Aceh Malaka,” ucap FX Sunarto.

FX Sunarto juga mengatakan, bila perlu Ia akan mempertemukan Panitia Pemekaran dengan Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo.

Sementara hari ini, dalam pertemuan dengan Anggota Komisi X DPR RI, Muslim, SHI, MM, di ruang Fraksi Partai Demokrat, politisi Aceh itu juga menyebutkan siap mengawal dan mendukung proses lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Malaka.

"Saya tegaskan, saya selalu siap mendampingi proses DOB Aceh Malaka hingga terwujud. Apalagi saya di DPR RI utusan orang Aceh, sudah sepantasnya dan seyogyanya memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh,” ungkapnya.
Selanjutnya, Muslim dan pantia pemekaran menuju Sekretariat Komisi II DPR RI (bidang pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, dll) menyerahkan berkas yang sama serta permohonan audiensi.

“Berkas serta surat audiensi dengan Komisi II ini kami tujukan kepada Ketua Komisi II, Bapak Zainuddin Amali, SE, MSi. Beliau juga siap beraudiensi usai reses nanti,” ujar Tajuddin didampingi para panitia pemekaran.

KEMBALI GALANG PENGUATAN DUKUNGAN GP-PAM LAKUKAN PERTEMUAN DENGAN KEPALA UPTD DAN KEPALA PUSKESMAS

KEMBALI GALANG PENGUATAN DUKUNGAN,
GP-PAM ADAKAN PERTEMUAN DENGAN KEPALA UPTD DAN KEPALA PUSKESMAS

Krueng Geukueh, Sabtu 22/04/17, Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM) untuk kesekian kalinya melakukan upaya penguatan wancana pemekaran Aceh Utara, dan  kali ini dengan mengadakan pertemuan dengan para Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kepala Puskesmas dienam Kecamatan dalam Wilayah Barat Aceh Utara yang nantinya akan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru, Kabupaten Aceh Malaka.

Dalam pertemuan di ST Coffee Krueng Geukueh yang dibuka oleh Jubir GP-PAM Tajuddin, S.Sos, menguraikan bahwa pentingnya penguatan wacana pemekaran demi mengsosialisasikan mamfaat dari suatu pemekaran daerah demi meningkatkan hajat hidup masyarakat dalam berbagai sektor dan peningkatan kemudahan memperoleh layanan administrasi yang cepat dan singkat.

Maka oleh karena itu upaya penguatan wacana pemekaran ini akan terus diluncurkan sampai kesekolah -sekolah dan lembaga pendidikan lainnya serta dikalangan petugas medis dalam berbagai hirarki kedudukan di Kecamatan - Kecamatan dalam wilayah barat Aceh Utara, sebut Tajuddin.

Tidak hanya disitu, penguatan wacana pemekaran akan dilakukan terus dalam waktu kedepan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pejabat pemerintah pada tingkat Kecamatan untuk bergabung dan mendukung pemekaran, ucap Ketua GP-PAM Muslim Syamsuddin, ST dalam sambutannya.

Ditambahkannya lagi bahwa dalam waktu dekat tim pemekaran kabupaten dan pengurus GP-PAM akan berangkat ke Jakarta guna bertemu dengan pajabat di Kementerian Dalam Negeri, Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR-RI dan DPD-RI asal Aceh serta tokoh masyarakat Aceh Utara wilayah barat yang ada di Jakarta, guna mengajak mereka agar memberikan dukungan,  saran - saran dan masukan demi segera terwujudnya pemekaran wilayah barat Aceh Utara atau terbentuknya Daerah Otonimi Baru, Kabupaten Aceh Malaka, harap Muslim Syamsuddin, mengahiri sambutannya.

Selanjutnya, Kepala UPTD Sawang, M. Nasir, S.Pd, berharap agar GP-PAM dapat menyatukan semua elemen guna merapatkan barisan dalam memberi dukungan kepada pembentukan daerah otonomi baru di Aceh Utara, terutama dikalangan ulama sebagai panutan masyarakat kita dan kami selaku pimpinan dewan guru di Kecamatan memberi dukungan sepenuhnya terhadap proses pemekaran, baik secara pribadi maupun jabatan, kata beliau.

Berikutnya Kepala UPTD Dewantara Abdul Hadi, S.Pd, menyatakan akan memberikan dukungan terhadap langkah - langkah yang dilakukan oleh GP-PAM sesuai dengan jaringan dan manajemen yang beliau miliki, dan hai ini juga diamini oleh Bapak Muzakkir Kepala UPTD Muara Batu dengan menambahkan bahwa potensi para tokoh Kecamatan juga tidak kalah pentingnya dan sangat berkepentingan untuk diajak bersatu padu dalam memperkuat dukungan pemekaran, sebut beliau.

Pada kesempatan lainya TS.Sani mantan Karyawan PT AAF juga membuka wacana pemekaran wilayah dengan menekankan bahwa dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2007, pada BAB VII, Pasal 26 poin 2 disebutkan bahwa : Dana yang diperlukan dalam rangka pembentukan kabupaten/kota dibebankan pada APBD kabupaten/kota induk dan APBD provinsi, maka dukungan Bupati Aceh Utara merupakan langkah awal bagi usulan dana pemekaran Aceh Utara wilayah barat dalam penetapan anggraran daerah dan GP-PAM diharapkan dapat memperjuangkan penetapan anggran pemekaran daerah otonomi baru pada anggaran tahun 2017 ini, dengan merangkul semua stakeholder demi meyakinkan pemerintah daerah, bahwa pemekaran yang diwacanakan ini benar - benar aspirasi masyarakat, harapnya.

Selanjutnya, Kepala Puskesmas Nisam, Armansyah, SKM, MSM, menekankan bahwa pemekaran wilayah barat Aceh Utara yang kembali disuarakan oleh para pemuda ini, harus dapat mempersatukan presepsi demi mencapai tujuan dan jangan gampang patah semangat dengan berbagai penilaian negative terhadap upaya pemekaran, mari galang kekuatan dengan segala unsur  untuk memperkuat dukungan dari Bupati terpilih dan DPRK serta Gubernur terpilih dan DPRA nantinya, selamat berjuang, singkirkan perbedaan politik demi tercapai tujuan pemekaran Kabupaten Aceh Utara wilayah barat, sebut kepala Puskesmas termuda di Aceh Utara ini.

Terakhir tokoh agama Dewantara sekaligus mantan Anngota DPRK Aceh Utara periode 2009/2014 dari Partai Aceh, Tgk H. Isa Ahmadi meyebutkan bahwa terlalu luasnya daerah dan terbatasnya kemampuan Kabupaten Aceh Utara dalam membiayayi perekonomian daerah adalah alasan kuat bagi wacana pemekaran wilayah barat Aceh Utara dan tambah beliau, bahwa seharusnya wacana pemekaran ini sudah terwujud sejak 10 tahun yang lalu, mengingat alasan yang beliau sebutkan tadi, sambil menutup acara dengan do’a

DI HADIRI PANITIA PEMEKARAN DPD-RI, DPRK DAN RATUSAN PEMUDA, RAPAT AKBAR KONSOLIDASI HASILKAN PERNYATAAN SIKAP

Krueng Geukueh (15/04/2017/ - Rapat akbar konsolidasi Pemuda dalam 6 Kecamatan diwilayah barat Aceh Utara (Dewantara, Nisam, Nisam Antara, Banda Baro, Muara Batu dan Sawang) yang diselenggarakan oleh forum, Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM), Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM) dan Ikatan Santri Pemekaran Aceh Malaka (IS-PAM) pada hari Sabtu 15/04/17 pukul 14:00 wib di balai Desa Kecamatan Dewantara - Aceh Utara.

Rapat akbar kosolidasi Pemuda ini dihadiri oleh Ketua dan anggota Tim Pemekaran Aceh Utara wilayah barat Aceh Utara yang diberi nama Kabupaten Aceh Malaka, Prof. A.Hadi Arifin, M.Si, Tgk H. Syamsul Basri HG,SH, Basri A. Gani, SE dan Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik Daerah Otonomi Baru Aceh Malaka, Dr Ismadi, SP, M.Si, Selain itu hadir pula Anggota DPD RI H. Sudirman atau yang lebih dikenal dengan panggilan Teungku Haji Uma serta, Anggota DPRK DP I dan II Aceh Utara, Dr. Zainuddin Iba, SE, MM, Tgk Saifannur H. Cut dari PPP, Sofjan Hanafiah dari PNA, H. Muhammad Wali dari PKB ditambah 244 pemuda dalam 122 Gampong yang ada di wilayah barat Aceh Utara serta ratusan pengunjung lainnya.

Timbul tenggelamnya isu pemekaran Aceh Utara wilayah barat, telah menjadi pemicu keresahan dikalangan pemuda, sehingga lahirlah berbagai forum - forum kepemudaan yang bertujuan untuk menpertanyakan kendala dan hadangan apa yang dialami panita pemekaran sehingga wacana pemekaran yang telah digagas sejak tahun 2003 oleh para tokoh Aceh Utara wilayah barat ketika itu dan dilanjutkan lagi pada tahun 2007 sampai saat ini, yang di pimpin Prof A. Hadi Arifin, M.Si, dan beberapa tokoh lainnya, ungkap Muslim Syamsuddin, ST, Ketua GP-PAM dalam sambutannya.

Muslim Syamsuddin juga menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Anggota DPD-RI dan Anggota DPRK dapil I dan II Aceh Utara yang bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat yang telah memilih mereka pada pemilu yang lalu, dan melihat secara langsung animo dan hasrat mansyarakan akan pentingnya pemekaran yang mereka sampaikan dalam konsolidasi akbar ini.

Dalam penyampaian pendapat masyarakat dari berbagai unsur, intinya mereka berharap agar proses pemekaran tidak lagi membicarakan eforia dan subtansi tentang wacana pemekaran, namun masyarakat berharap proses pemekaran dapat mancapai hasil yang maksimal dengan solidnya Tim Pemekaran sehingga pemekaran Aceh Utara wliayah barat segera terwujud, agar isu pemekaran tidak lagi menjadi objek dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu, ungkap TS.Sani salah satu peserta rapat akbar. 

Menjawab hal tersebut, Prof A.Hadi Arifin selaku ketua Tim Pemekaran, menyatakan bahwa tahapan pemekeran telah mencapai hasil yang maksimal, tinggal lagi yang belum kita dapatkan adalah rekomendasi dari pemerintah daerah Kabupetan Aceh Utara, sementara penyusunan naskah akademik juga tinggal di selesaikan oleh tim yang dipimpin Dr. Ismadi, SP. M.Si dan jika hal ini telah kita selesaikan, maka tahapan pemekaran akan melangkah pada tingkat Provinsi dan selanjutnya menju kepada DPR-RI dan Kemeterian dalam negeri, lalu mendapatkan pengesahan dari Presiden maka terbentuklah Daerah Otonomi Baru di Wilayah Barat Aceh Utara yang diberi nama Kabupaten Aceh Malaka dan beribukota Dewantara, semua telah disiapkan Tim Pemekaran, tinggal lagi keseriusan dan dukungan pemerintah daerah dalam menjawab aspirasi Masyarakat ini, ungkap Hadi Arifin.

Diakhir acara, Forum Pemuda, mahasiswa dan santri yang tergabung dlam GP-PAM, IMAM dan IS-PAM yang di pimpin Jubir GP-PAM Tajuddin, S.Sos membacakan pernyataan sikap Pemuda yang merupakan hasil dari rapat akbar Konsolidasi pemuda wilayah barat Aceh Utara tersebut, yang menyatakan bahwa pemuda mendukung penuh pemekaran Kabupaten Aceh Malaka dan siap membantu panitia pemekaran dalam bentuk apapun, Meminta panitia pemekaran untuk terus bekerja dengan kekuatan yang dimilikinya, Mengajak seluruh masyarakat dari berbagai elemen, parpol dan KPA agar bersatu membantu terlaksananya pemekaran Aceh Malaka, Mengajak semua pihak untuk meninggalkan segala bentu perbedaan warna politik pada Pilkada 2017 untuk kemudian bersama-sama memperjuangkan berdirinya Kabupaten Aceh Malaka, Mendesak Bupati Aceh Utara untuk segera memperbaharui surat keputusan (SK) tim pemekaran dengan melibatkan pihak pemerintah yang disebut SK bersama, Mendesak Bupati dan Pimpinan DPRK Aceh Utara segera menandatangani persetujuan bersama sabagai syarat adminstasi daerah otonomi baru (DOB) dan sebelum pemilu 2019 berkas administrasi Aceh Malaka sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, demikian pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh seluruh unsur pemuda yang terbagung dalam GP-PAM, IMAM dan IS-PAM serta perwakilan perempuan.

Pembukaan Pelatihan Kejuruan Las Listrik

Krueng Geukueh (12/04/2017) - Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara melaksanakan Pelatihan Kejuruan Las Listrik untuk 17 orang pemuda Kecamatan Dewantara di Gampong Paloh Lada Rabu 12/04/2017.
Acara Pembukaan Pelatihan Kejuruan Las Listrik tersebut di hadiri oleh Bapak Amir Hamzah Camat Dewantara, Kabid. Tenaga Kerja Ibu Cut Rosanah, Geuchik Gampong Paloh Lada Bapak Sudirman, Geuchik Gampong Uteun Geulinggang Bapak M. Yusuf Beuransah, Tuha Peut, Narasumber, Tokoh Masyarakat serta para peserta pelatihan kejuruan las listrik.
Dalam kata sambutannya, Bapak Amir Hamzah Camat Dewantara mengatakan, "lima tahun ke depan kawasan Arun, Dewantara ini akan menjadi kawasan ekonomi khusus, maka pelatihan ini sangat bermanfaat bila diikuti dengan baik". Ujar Bapak Amir Hamzah.
Bapak Camat menambahkan." Bila di ikuti dengan serius saya bersama dengan Karang Taruna akan mengusahakan penempatan kerja setelah mengikuti pelatihan ini, namun jangan berharap gaji yang besar". Ungkapnya.
Ibu Cut Rosanah Kabid. Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara mengatakan, " pelatihan ini akan dilaksanakan di beberapa Kecamatan, termasuk hari ini di Kecamatan Dewantara di ikuti sebanyak 17 orang peserta". Ujarnya.
Di tambahkan Ibu Cut Rosanah," kepada peserta nantinya akan di berikan pengantin uang transportasi, makan siang dan sertifikat, namun kepada peserta jangan berharap akan di berikan bantuan peralatan kerja, tapi ilmu yang akan di terima semoga dapat dijadikan bekal dalam mencari kerja nantinya". Ungkapnya.

PK KNPI Meurah Mulia Mendukung Percepatan Pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat DOB Aceh Malaka

Lhokseumawe (13/04/2017) - Ketua PK KNPI Kecamatan Meurah Mulia Zulfadhli, S.HI saat di temui media Radio Dakwah SBS FM di sekretariatnya Kamis 13/04/2017 mendukung sepenuhnya percepatan pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat sebagai DOB Aceh Malaka.
Dalam obrolan singkat dengan Zulfadhli, S.HI mengatakan, " Kawasan Aceh Utara Wilayah barat mempunyai potensi yang sangat besar dalam hal perekonomian, juga sebagai salah satu lumbung pertanian dan perkebunan sebagai penyumbang PAD terbesar untuk Aceh Utara selama ini". Ujarnya.
Ditambahkan beliau," dengan populasi penduduk yang sangat besar ini akan sangat mumpuni untuk dilakukan pemekaran agar lebih efektif dalam pelayanan publik. Dan percepatan pengembangan ekonomi masyarakat setempat apalagi kawasan ekonomi khusus (KEK) juga nantinya berada dikawasan tersebut". Tambahnya.
Dilanjutkan beliau," kawasan lainya juga memiliki potensi yang hampir sama dengan wilayah barat, sehingga layak di lakukan pemekaran, apalagi luas wilayah yang sangat luas, hal tersebut tidak akan memperburuk kawasan yang ditinggalkan". Lanjutnya.
Diakhir perbincangan Zulfadhli, S.HI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung percepatan pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat menjadi DOB Aceh Malaka, kepada eksekutif dan legislatif agar dapat segera mengeluarkan rekomendasi dan dukungan nya terhadap DOB Aceh Malaka tersebut.

IMAM Lakukan Penguatan Kedalam

Krueng Geukueh (09/04/2017) - Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM), Sebagai salah satu wadah Mahasiswa yang baru saja di bentuk pada Tanggal 05 April 2017, siap menggalang kekuatan dalam memperjuangkan percepatan proses Pemekaran DOB di Aceh Utara Wilayah Barat yang diberi nama Kabupaten Aceh Malaka.
Hal tersebut tercetus dalam pertemauan pasca terbentuknya Forum tersebut di Sekretariat GP-PAM, Simpang empat Krueng Geukueh, pada hari Minggu tanggal 09 April 2017, penggalangan kekuatan Mahasiswa tersebut sebagai bentuk penguatan dalam diri Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM) dengan melibatkan seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi yang berasal dalam wilayah Barat Aceh Utara khususnya dan Aceh pada umumnya, bahkan diseluruh tanah air, demikian ungkap Romi Afrizanur, Ketua IMAM.
Mahasiswa Aceh Malaka siap mendukung segala bentuk dan semua tahapan Pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat dengan mengerahkan segala kemampuannya dan akan terus berkomunikasi dengan GP-PAM, terutama menjelang Rapat Akbar Pemuda yang akan diselenggarakan pada Tanggal 15 April 2017 di Balai Desa Kecamatan Dewantara, sebut Romi Afrizanur.
Selanjutnya Ketua GP-PAM Muslim Syamsuddin, ST yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengharapkan adik-adik Mahasiswa dapat tampil di garda terdepan dalam upaya pemekaran, karena kedepan merekalah yang akan mengambil tongkat estafet kemajuan Daerah Otonomi Baru Aceh Malaka jauh dimasa yang akan datang.
Upaya Pemekaran yang telah diupayakan sejak tahun 2003 oleh para orang tua kita dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkecil anggaran bagi palayanan publik dengan berkurangnya jumlah penduduk Aceh Utara. Ungkap Muslim.
Saat ini tahap administrasi dari persyaratan pemekaran telah kita capai 90% dengan telah selesainya pengumpulan tanda tangan Masyarakat dalam 50 Gampong dan tanda tangan Perangkat Pemerintahan Gampong dari 122 Gampong yang ada dalam 6 Kecamatan di Aceh Utara Wilayah Barat, serta Tanda tangan para Camat dalam wilayah Barat dan telah selesai pula SK Panitia Pemekaran Kabupaten dan Kecamatan, serta rampungnya naskah akademik yang tinggal di jilid serta rekomendasi Bupati juga telah selesai, maka tinggal menunggu rekomendasi dari DPRK Aceh Utara yang belum dikeluarkan, terang Muslem.
Ketua GP-PAM tersebut juga menambahkan, Panitia Pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat sebenarnya pernah merancanakan sebuah lokakarya dengan topik pemaparan Naskah akademik Aceh Malaka serta dijadwalkan pula proses penanda tanganan rekomendasi Pemekaran oleh Bupati dan DPRK Aceh Utara, yang dihadiri oleh Dr. Ismadi sebagai koseptor penyusunan naskah akademik, Anggota DPRK, DPRA dan Anggota DPD-RI serta Utusan dari Kementerian Dalam Negeri juga direncanakan hadir waktu itu, yang rencananya diselenggarakan di Universitas Malikussaleh pada awal Februari 2017, namun acara tersebut terkendala oleh tidak keluarmya surat izin keramaian dari kepolisian dengan alasan sudah dekatnya Pesta Demogkrasi Pilkada serentak 2017, yang akhirnya membuat lokakarya ini batal di gelar.
Pertemuan penguatan Forum IMAM ini juga dihadiri oleh Safwadi, Ketua HMI Aceh Utara dan Lhokseumawe, asal Kecamtan Sawang, yang menyatakan bahwa bergesernya Pusat Pemerintahan Aceh Utara ke Lhoksukon, merupakan alasan penting dari Wacana Pemekaran Wilayah Barat Aceh Utara terutama bagi masyarakat Kecamatan Sawang yang jauh dipedalaman Aceh Utara seeprti Gampong Gunci, Riseh Tunong, Riseh Teungoh dan Riseh Baroh, mereka akan sangat sulit untuk menjangkau Lhoksukon, apalagi jika harus berhari-hari lamanya dalam mengurus administrasi mereka, maka pemekaran adalah alasan tepat bagi Warga Wilayah Barat Aceh Utara, ungkap Safwadi dam kemudian pertemuan di akhiri oleh Serektaris IMAM Musliadi.

IMAM Minta Bupati dan DPRK Aceh Utara Segera Rekom DOB Aceh Malaka

KRUENG GEUKUEH (5/4/2017) - Setelah terbentuk Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP PAM) pada 28 Maret lalu, kini giliran mahasiswa membuat forum perjuangan pemekaran DOB Aceh Malaka dari Kabupaten Aceh Utara Rabu (5/4/2017). 
Forum dengan nama Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (Imam) ini juga mendesak Bupati Aceh Utara dan DPRK segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran kepada daerah otonomi baru (DOB) Aceh Malaka.
“Kami meminta Bupati dan DPRK untuk segera mengeluarkan rekomendasi untuk DOB Aceh Malaka agar segera mekar dari Aceh Utara selaku kabupaten induk,” pinta Ketua Imam, Romi Afrizannur didampingi Sekretaris, Musliadi.
Mahaiswa wilayah barat Aceh Utara itu berharap Bupati benar-benar menunjukkan komitmennya mendukung pemekaran Aceh Malaka, sebagaimana disampaikan selama ini. Hal yang sama juga kepada dewan agar bersama-sama mewujudkan impian ini, karena ini demi rakyat Aceh Utara juga secara keseluruhan.
“Bagaimana nasib masyarakat wilayah barat, apabila nanti seluruh perkantoran pindah ke Lhoksukon. Tidak lama lagi, Bupati dan Dewan akan pindah, seiring kantor keduanya hampir siap dibangun di Landeng, Lhoksukon,” ucap Romi Afrizannur.
Masih menurut Romi, pemekaran ini tidak ada yang dirugikan termasuk Aceh Utara induk. Malah beban dengan mengelola wilayah yang luas, dan penduduk yang banyak akan terkurangi nantinya.
“Kita melihat dengan kondisi Aceh Utara yang sekarang ini, sungguh sangat efektif dilakukanya pemekaran, karena Aceh Utara memiliki luas 3.296,86 km2 dan 27 kecamatan dengan desa terbanyak di Indonesia yakni 852 desa, sudah sangat perlu dimekarkan,” beber Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitsas Malikussaleh (Unimal) itu.
Tujuannya kata Romi, supaya mempercepat peningkatan pelayanan administrasi dan pembangunan yang merata. Selain itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di wilayah barat Aceh Utara dan kabupaten induk.
“Dengan adanya pemekaran wilayah ini kita berharap dapat memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonmi baru, maupun meningkatkan berbagai potensi yang selama ini belum tergarap secara optimal. Baik, potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” sebut Ketua Imam.
Sementara itu, ketua umum GP-PAM Muslim Syamsuddin, ST, MAP mengucapkan selamat atas terbentuknya IMAM, semoga kerjasama yang akan terjalin dapat mempercepat proses DOB Aceh Malaka" . Ungkap Muslim.

GP- PAM Menyepakati Rapat Akbar Pemuda Aceh Malaka

KRUENG GEUKUEH-Lima hari setelah terbentuknya Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP-PAM), langsung menghasilkan gebrakan baru. Di mana dalam rapat hari ini di sekretariat di Krueng Geukueh, Minggu (2/4/2017), menyepakati rapat konsolidasi akbar pemuda dari enam kecamatan wilayah barat Aceh Utara.
Sekretaris GP-PAM, Hayatullah Khumaini, A.Md dalam siaran pers kepada wartawan menyebutkan, dalam pertemuan tersebut disepakati pelaksanaan rapat konsolidasi akbar pemuda Aceh Malaka. Hal itu sebagai langkah percepatan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Aceh Utara.
Sambungnya, rencana rapat akbar tersebut digelar pada Sabtu, 15 April 2017 di Balai Desa Kecamatan Dewantara di Krueng Geukueh. Nantinya akan melibatkan pemuda dari 122 gampong dalam enam kecamatan wilayah barat Aceh Utara atau wilayah rencana Aceh Malaka.
“Nantinya kami undang dua orang perwakilan pemuda melalui keuchik gampong untuk menjadi peserta dari rapat akbar. Selain itu para ketua LSM, tokoh wanita, mahasiswa dan panitia pemekaran Aceh Malaka. Panitia juga kami undang selaku pihak yang menukangi upaya terbentuknya DOB di Aceh Utara,” ucap Hayatullah.
Sementara kecamatan masuk dalam rencana wilayah Kabupaten Aceh Malaka, mulai wilayah paling barat ialah Kecamatan Sawang, Muara Batu, Banda Baro, Nisam Antara, Nisam, dan Dewantara.
Sementara Juru Bicara GP PAM Tajuddin, S.Sos mengharapkan dukungan semua dari semua pemuda dan mengajak bergabung dalam forum pemuda tersebut. “Bersama kita dukung panitia pemekaran Aceh Malaka, sehingga cepat lahirnya DOB ini,” ajaknya.
Diharapkan juga pada rapat konsolidasi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi penting agar pemekaran ini dapat berjalan cepat terutama kepada panitia pemekaran, Bupati Aceh Utara, dan DPRK Aceh Utara.

TOKOH PEMUDA 6 KECAMATAN WILAYAH BARAT ACEH UTARA DESAK PEMEKARAN



Krueng Geukueh (28/03/2017) - Sejumlah tokoh pemuda dari enam Kecamatan Wilayah Barat Kabupaten Aceh Utara menggelar pertemuan untuk membicarakan kelanjutan proses pemekaran Kabupaten Aceh Utara Wilayah Barat menjadi Kabupaten Aceh Malaka di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa (28/3/2017) sore.
Dalam pertemuan itu disepakati pembentuk forum pemuda sebagai gerakan yang akan mensuport dan mendukung percepatan pemekaran dengan nama "Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP PAM)". Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah Tokoh Pemuda perwakilan dari Kecamatan Sawang, Muara Batu, Banda Baro, Nisam Antara, Nisam, dan Dewantara yang akan menjadi wilayah yang akan dimekarkan.
Juru Bicara GP PAM yang terpilih, Tajuddin, SSos mengatakan, dengan komitmen bersama tokoh pemuda akan terus bekerja keras demi terwujudnya pemekaran Kabupaten Aceh Utara. “Kita akan terus berjuang, sudah terlalu lama dan hingga saat ini rencana pemekaran tersebut belum berhasil,” kata Tajuddin.
Ditambahkan Tajuddin, S. Sos, "Denganntuknya GP PAM ini, diharapkan dapat membantu panitia pemekaran Kabupaten Aceh Malaka dalam melahirkan daerah otonomi baru (DOB) di Aceh Utara, kabupaten yang dikenal dengan daerah tingkat dua terbanyak jumlah penduduk di Aceh". Ujarnya.
Sambung Tajuddin, "pihaknya sangat mengharapkan realisasi DOB Aceh Malaka segera terbentuk. Begitu juga diminta kepada panitia pemekaran dapat mengabarkan kepada masyarakat Aceh Utara wilayah barat, sejauh mana sudah proses pembentukan DOB Aceh Malaka. Bila ada kendala, di mana kendalanya, sehingga jangan jalan di tempat seperti ini".
"Kami dari GP PAM siap mendukung penuh panitia pemekaran agar segera lahir DOB baru. Kami juga akan segera mengadakan pertemuan silaturahmi dengan seluruh pemuda Aceh Utara wilayah barat. Sehingga dari pertemuan tersebut, akan lahir rekomendasi dan dukungan nyata pemuda memperjuangkan Kabupaten Aceh Malaka," pungkas pemuda dari Kecamatan Banda Baro itu.

SANTRI MUDI MESRA SAMALANGA ZIKIR BERSAMA DI MASJID BESAR BUJANG SALIM





KRUENG GEUKUEH  (14/02/2017) – Santri Dayah Mudi Mesra Samalanga Selasa pagi menggelar Zikir dan Doa bersama di Masjid Besar Bujang Salim,  yang dimulai pada pukul 10.30 s/d 12.30 WIB. 
Rangkaian kegiatan yang dimulai dengan Zikir dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Perwakilan  Kafilah Wilayah Aceh Utara, diikuti sekitar 1000 lebih santri serta ditutup dengan kenduri bersama di Aula Serba Guna Masjid Besar Bujang Salim.

Santri sedang berzikir di dalam Masjid



Saat - saat pemulangan Santri kewilayah Masing - masing 






BUPATI ACEH UTARA H. MUHAMMAD THAIB KEMBALI BERTUGAS

Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib diwakili Plt. Sekda Abdul Azis, SH. MH mengucapkan terima kasih atas kinerja semua pihak yang telah membantu Plt. Bupati H. Muhammad Jamil, M. Kes berhasil menuntaskan sejumlah kegiatan penting daerah sesuai agenda masing-masing.

Mulai hari ini saya sudah kembali bertugas sejak 3 bulan ambil cuti akhir 0ktober 2016 untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Utara Priode 2017-2022, sebutnya melalui amanat terulis yang dibacakan Plt. Sekda Abdul Azis, SH, MH pada Pembina Apel Gabungan Senin 13/2 di halaman kantor setempat, yang diikuti Para Asisten, staf Ahli Bupati, kepala SKPK alias Pimpinan Tertinggi Pratama dan Pejabat Administrator, Pengawas serta seluruh staf jajaran Pemkab Aceh Utara.

Menurut Cek Mad sapaan Bupati Aceh Utara ( H. Muhammad Thaib ) setidaknya ada 4 agenda penting yang telah diselesaikan bersama Plt. Bupati H. Muhammad Jamil, M. Kes selama saya melakukan Cuti antara lain Menuntaskan pelaksanaan Anggaran 2016, Menyusun APBK  2017, Membentuk SOTK dan 0PD ( 0rganisasi Perangkat Daerah ) yang baru dan pengukuhan Tim Satgas Saber Pungli serta kegiatan lainnya.

Lanjutnya bagi pejabat yang telah dilantik memegang jabatan, tentu saja menjadi satu langkah penting dan strategis dalam memacu pembangunan daerah, maka segera berbenah dan menata internal organisasi sehingga dapat berjalan lebih maksimal dan 0ptimal, bekerjalah dengan baik dan profesional tanpa menunggu Perintah agar terus memberikan Pelayanan Publik yang prima dan bertanggung jawab.

Menurut Cek Mad panggilan akrap Bupati Aceh Utara dengan terbentuknya Tim Satgas Saber Pungli, saya mengingatkan untuk menghindari praktik-praktik Pungli yang mengarah pada Pungutan liar, ada beberapa sektor layanan Publik yang sangat rawan terjadinya pungli, jangan sampai bapak ibu menjadi sasaran OTT oleh Tim dan saya tegaskan jangan coba-coba lakukan hal itu, tegasnya

Disisi lain kita sungguh memahami diera Reformasi Pemerintah telah menetapkan  Visi Reformasi  yakni terwujudnya  Pemerintahan yang baik, bersih, profesional, transparan, akuntabel dalam merumuskan kebijakan Pemerintah untuk melayani dan memberdayakan Masyarakat.

Tambahnya dalam kontek ini kita patut bersyukur karena berkat kerja sama ada beberapa keberhasilan yang telah kita raih, walaupun keberhasilan itu belum semuanya begitu menggembirakan, sebutnya

Memang Presentasi Realisasi fisik dan keuangan mencapai Target, Tetapi kwalitas Pembangunan belum semuanya memuaskan, sebutnya melalui teks tertulis yang dibacakan plt. Sekda Abdul Azis.

Saat ini masih banyak sektor lainnya yang perlu ditingkatkan dan memerlukan perhatian seperti sektor Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Penguatan Syariat Islam, makanya saudara-saudara yang telah dipercayakan terus melakukan Terobosan untuk mempercepat Pembangunan Daerah mulai dari proses Perencanaan mana saja yg menjadi proritas tanpa mengabaikan aspirasi dan dinamika ditengah-tengah masyarakat, harapnya.

sumber : cmt @mir.

PEMADAMAN LISTRIK 8 JAM

KRUENG GEUKUEH 04/02/2017) - Manager PLN Rayon Krueng Geukueh mengumumkan bahwa Sejumlah wilayah di Aceh Utara, mengalami pemadaman listrik selama kurang lebih delapan jam. Pemadaman ini akan berlangsung pada besok, Sabtu (4/1).
Manager PLN Rayon Krueng Geukueh mengatakan, ""Besok dipadamkan dari pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB. Karena ada aktivitas pemeliharaan jaringan listrik GI Arun," ujar Manager PLN Rayon Krueng Gekueh, Mukhtaruddin Juned, Jumat, (3/1).
Wilayah yang terkena pemadaman tersebut, kata Mukhtar, meliputi area Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Nisam, Nisam Antara dan Banda Baro serta Kecamatan Muara Satu di Lhokseumawe.
Ada 6 area kecamatan yang dilakukan pemadaman. Mukhtaruddin Juned berharap perbaikan ini dapat meningkatkan keandalan suplai arus listrik bagi para pelanggan. masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan terbitnya pemberitahuan ini.
Mukhtaruddin Juned juga menambahkan, "Atas ketidaknyamanan ini, kami mohon maaf. Kami berharap masyarakat bisa maklum. Pemeliharaan dilakukan untuk memaksimalkan layanan listrik bagi seluruh pelanggan. Kami berharap prosesnya dapat lebih cepat dilaksanakan,” tambah Mukhtaruddin Juned.

BAYI BARU LAHIR DI BUANG

KRUENG MANE (03/02/2017) – Warga Gampong Mane Tunong Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara pada Jumat malam tanggal 03/02/2017 sekitar pukul 19.15 WIB malam, menemukan bayi perempuan yang baru lahir di duga sengaja dibuang oleh orang tuanya, bayi tersebut masih dengan pusaran ari berlumuran darah di dalam plastik berwarna hitam.

Menurut informasi yang kami terima, "awalnya warga setempat mendengarkan suara tangisan bayi, kemudian warga melaporkan ke perangkat desa dan warga setempat".kata Seorang warga. “Kemudian, warga langsung menuju kearah suara bayi malang tersebut. Disaat ditemukan bayi malang ini tanpa ada lapisan kain dan diletakkan diatas rumput dilapisi dengan plastik berwarna hitam,” Kata Musryidah warga setempat.

Setelah itu, Mursyidah bersama warga membawa bayi perempuan itu ke Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara. Sampai ke Puskesmas bayi malang tersebut mendapatkan perawatan. Menurut Mursyidan, bayi malang itu diduga dibuang oleh orang tua kandungnya yang baru beberapa jam melahirkan tanpa ada bantuan dari bidan. 

Bayi ini dengan  berat 2,6 Kg dan saat ini kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat, pungkas Mursyidah.

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT ESELON DI ACEH UTARA

 Lhokseumawe(24/01/2017) - Plt. Bupati Aceh Utara Drs. H. Muhammad Jamil, M. Kes melantik dan mengukuhkan 835 Pejabat Eselon ll, lll, lV dijajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara selasa 24/01/2017 di aula Setdakab Aceh Utara, hal ini dilakukan dalam rangka Pengisian Organisasi Perangkat Daerah Baru Sesuai dengan PP No. 8 Tahun 2016, 

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan dihadiri unsur Forkompimda diantaranya Kapolres Aceh Utara, Dandim 0103, Ketua Mahkamah Syar'ah.

Dari jumlah 835 orang pejabat struktural pagi dikukuhkan dan dilantik 259 Pejabat Struktural tersebut terdiri mulai Eselon ll Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas, Sekwan dan Eselon lll Camat, Kabag, Sekretaris Dinas, Sekcam, Kepala Bidang, sementara Kasi, Kasubbag baik Dinas maupun Kecamatan dilanjutkan pukul 13.30 wib di Pendopo Bupati dan Aula Setdakab Aceh Utara serta malamnya lagi sekitar 20.00 wib di Aula Setdakab Aceh Utara.

Plt. Bupati mengungkapkan, "terlaksana pengukuhan dan pelantikan pagi ini merupakan tuntutan PP No.18 Tahun 2016 dan hal ini sudah kami koordinasikan dengan Bupati Aceh Utara Non Aktif". Ungkap Plt. Bupati.

Lanjutnya, "mari kita satukan langkah, satukan pandangan untuk membangun Aceh Utara, kepada para struktural yang baru saya lantik, bekerjalah dengan baik karena masyarakat sangat mendambakan sentuhan dan pelayanan dari bapak-ibu sekalian". kata H. Muhammad Jamil.

BANTUAN PANGAN, RAKYAT LEPAS DARI RENTENIER

Jakarta (21/01/2017) - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memastikan bantuan pangan dan subsidi pangan dalam program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah (rastra) dapat meningkatkan ketahanan pangan di rumah tangga sasaran, menanggulangi kemiskinan, dan melepaskan masyarakat kurang mampu dari jeratan rentenir.
Hal tersebut disampaikan Mensos di sela-sela rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan program rastra 2017 di kantor Kemsos, Jakarta, Jumat (20/1).
Dalam rakor tersebut hadir sejumlah instasi terkait program rastra seperti Bulog, tim koordinasi rastra, dan Dinas Sosial provinsi.
"Mereka harus mendapatkan informasi komprehensif karena ada distribusi rastra yang kemudian dikonversikan ke bantuan pangan 1,4 juta," katanya.
Sementara itu sisanya sebesar 14,3 juta masih tetap dalam subsidi pangan (rastra) yang berada dalam koordinasi tim koordinasi rastra dan dalam bentuk bantuan pangan dalam koordinasi dinas sosial. Baik bantuan maupun subsidi pangan suppliernya tetap Bulog.
Saat ini konversi dari subsidi pangan ke bantuan pangan baru delapan persen dari total penerima rastra.
"Melalui rapat koordinasi awal tahun 2017 ini harapannya terkonfirmasi titik mana yang akan terima bantuan pangan dan titik mana yang tetap subsidi pangan," ucapnya.
Bantuan pangan penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan uang untuk memperoleh kebutuhan pokok. Namun rumah tangga penerima manfaat bisa dengan kuota yang diberikan memilih beras dengan kualitas tertentu seperti premium, medium atau super. Selain itu bisa juga dengan kebutuhan pokok lainnya seperti gula, dan lainnya.
"Jadi memang bantuan pangan memiliki fleksibilitas bagi penerimanya untuk menentukan pilihan. Sedangkan dalam subsidi pangan itu bayar beras per kg 1.600," papar Mensos.
Dalam rastra rumah tangga penerima manfaat mendapat jatah 15 kilogram per bulan. Pemerintah dalam hal ini Kemsos pun menargetkan akan menambah jumlah penerima rastra bantuan pangan menjadi 10 juta. Angka ini merupakan rencana kerja pemerintah tahun 2018. Namun Kemsos menargetkan bisa dimajukan di akhir tahun 2017.
Untuk mendukung program bantuan pangan ini, dibutuhkan tambahan E-warong yang merupakan tempat penerima manfaat memilih bantuan yang diberikan. E-warong ini layaknya koperasi.
Jika ditargetkan bantuan pangan naik dari 1,4 juta menjadi 10 juta penerima manfaat, maka dibutuhkan 10.000 E-warong.
"Sekarang kita siapkan 2000 E-warong tetapi yang siap berbasis agen, rumah pangan kita ada 7.733. Kalau ingin cover 10 juta penerima manfaat maka minimal ada 10.000 E-warong," papar Mensos.
Sementara itu untuk ketersedian beras tambah Mensos, Bulog menyebutkan akhir bulan ini dipersiapkan 1,5 kali lipat dari kebutuhan yakni 2,5 juta ton rastra. Hal ini untuk memastikan pasokan mencukupi.
"Per kepala keluarga penerima manfaat dapat 15 kg rastra. Tapi kalau bantuan pangan ada fleksibilitas, selagi yang di top up pemerintah itu masih ada, kalau dia butuh, uangnya habis dia boleh pinjam karena E-warong ini kan koperasi," ungkap Mensos.

Sumber : beritasatu.com

KEGIATAN MAULID NABI PENERIMA BANTUAN PKH KEC. NISAM ACEH UTARA 2017

Keude Amplaih (20/01/2017) - Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PUSPELKESSOS) Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Jum'at 20 Januari 2017 melaksanakan Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara tahun 2017 di halaman Kantor Camat Nisam Kabupaten Aceh Utara.
Camat Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Bapak H. Ibrahim, S. Sos dalam kata sambutannya mengatakan, " kegiatan maulid nabi ini dilaksanakan oleh Penerima Bantuan PKH Kecamatan Nisam yang diselenggarakan setiap tahun, kali ini sangat meriah, semoga tahun depan dapat terlaksanakan kembali". ujarnya.
Beliau juga menambahkan, " semoga tahun depan dapat terlaksana kembali lebih meriah lagi". tambah beliau. Pendamping PKH Kecamatan Nisam sekaligus Sekretaris PUSPELKESSOS Kecamatan Nisam Hayatullah Kumaini ketika di hubungi oleh SBS FM mengatakan." kegiatan maulid ini atas inisiatif sendiri penerima bantuan PKH Kec. Nisam, PUSPELKESSOS hanya memfasilitasi kegiatan tersebut". ungkapnya.
ditambahkan beliau." kegiatan ini merupakan rasa syukur dari penerima PKH kepada Allah SWT, atas rahmat dan rezeki yang telah diterima lewat bantuan PKH dari Kementerian Sosial Republik Indonesia". tambahnya.
Dalam acara ini di isi oleh Penceramah Tgk. Yahya Samad dari Panton Labu Aceh Utara, beliau menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan dari Dinas Sosial Aceh Utara, Camat Nisam, Pendamping PKH dalam  Kabupaten Aceh Utara, Pengurus PUSPELKESSOS Kecamatan Nisam dan seluruh penerima bantuan PKH Kecamatan Nisam.
Diharapkan tahun depan dapat terlaksana kembali.

WARGA TIGA GAMPONG KEC. DEWANTARA KERACUNAN AMONIA DI LARIKAN KE KLINIK PT. PIM & RS. ARUN

Camat Dewantara, Drs. Amir Hamzah sedang memantau konsisi korban di Klinik Pt. PIM.
Dewantara - Sabtu 12/11, Sekitar jam 16.00 WIB Sebagian Warga Gampong Tambon Tunong, Tambon Baroh, dan Paloh Gadeng harus dirawat pada Klinik PT. PIM dan Rumah Sakit Arun, dugaan sementara dan informasi yang berkembang akibat Keracunan Amoniak dari PT. Pupuk Iskandar Muda ( PT. PIM ).
Hasil komunikasi dengan beberapa warga di Klinik PT. Pim dan Rumah Sakit PT. Arun diantaranya Ummi Kalsum 54 tahun, Fitriana 28 th, Ti Aflah Abbas 40 th serta Basyariah semuanya dari Tambon Tunong mulanya sekitar jam 16.00 wib ada keanehan yang dirasakan Pening, Sesak, Mual, Perih matanya bahkan ada yang muntah. Karena merasa tidak enak langsung dilarikan pihak keluarga masing-masing ke klinik PT. Pim untuk mendapat Perawatan serius, serta sejumlah lainnya dirujuk oleh Klinik ke RS. Arun yang didampingi pihak Humas PT. PIM Abdullah/ Zulhadi Ungkap Camat Dewantara Drs. Amir Hamzah.
Kehadirannya ke klinik sudah ada Kapolsek AKP Fitriadi, SH, Pihak Humas PT. PIM, Geuchik Tambon Baroh Muzakir, SE serta Pak Saiful Anggota DPRK Aceh Utara langsung menjumpai Pihak Humas PT. PIM melakukan koordinasi agar pihak Korban Keracunan dapat ditangani serius dan mendapat Perawatan medis yang maksimal sampai kesehatan mareka normal kembali.
Lanjut Camat yang baru 11 bulan menjabat di Kecamatan yang terbanyak penduduk di Kabupaten Aceh Utara dan baru pertama kali melihat langsung Insiden keracunan ini, menyatakan hingga pukul 21. 30 Wib malam ini di Klinik PT. PIM hanya tinggal 1 pasien lagi dirawat, dan 19 Pasien masih pada RS. Arun, sementara ratusan warga lainnya sudah minta pulang kembali ke Rumah masing- masing setelah mendapat perawatan medis dan dikasih obat.
Saat beberapa warga menghadapnya di Klinik PT. PIM menanyakan kenapa Pak Camat terjadi kebocoran Amoniak, apakah tidak bisa diperbaiki karena kejadian hari ini sudah pernah kami alami, tolonglah Pak Camat jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini.
Menjawab dan menyikapi pertanyaan sejumlah warganya, Camat Amir Hamzah belum bisa memberi keterangan dan jawaban yang akurat, pihak kita tetap mencari solusi dan berkoordinasi dengan unsur terkait sehingga tidak terulang lagi kejadian ini, bahkan tadi sore kami telah laporkan kepada Plt. Bupati Aceh Utara Drs. H. Muhammad Jamil, M.Kes dan Sekda Drs. H. Isa Anshari, MM mengakhiri perbincangannya.






 
Support : | |
Copyright © 2005. RADIO SBS ACEH UTARA FM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Template
Proudly powered by